Peluang Usaha di Tanah Grogot


Peluang usaha atau Peluang Bisnis adalah kesempatan atau waktu yang tepat yang seharusnya diambil dan dimanfaatkan bagi seorang wirausahawan untuk mendapat keuntungan. Untuk menangkap peluang usaha perlu kerja keras dan pengorbanan. Tanpa kerja keras dan keberanian mengambil resiko maka peluang itu hanya akan sebagai peluang yang terus menerus melayang tanpa menghasilkan apa pun.
Kunci keberhasilan menangkap peluang usaha akan diidentifikasikan oleh pengalaman dan pendekatan terhadap faktor manusia, sedang kunci keberhasilan lainnya ditentukan oleh teknologi, komunikasi dan informasi.
Cara memanfaatkan peluang usaha/bisnis adalah:

·         Percaya dan yakin bahwa usaha bisa dilaksanakan. Hapuskan kata mustahil, tak mungkin, tak bisa, atau tak perlu dicoba dari khasanah pikiran dan khasanan bicara.

·         Jangan hadiri lingkungan yang statis yang akan melumpuhkan pikiran wirausahawan. Lihatlah peluang-peluang usaha untuk menjadi besar. Tradisi lain yang kurang menunjang peluang-peluang usaha adalah etos kerja yang rendah dan terlalu santai.
·         Setiap hari bertanyalah kepada diri sendiri , “bagaimana saya dapat melakukan usaha lebih baik?”
·         Bertanya dan dengarkanlah.Dengan bertanya dan mendengarkan, maka wirausahawan akan mendapatkan bahan baku untuk mengambil keputusan yang tepat
·         Perluas pikiran Anda Bersemangatlah, bergaullah dengan orang-orang yang bisa membuat anda mendapat gagasan-gagasan peluang usaha.

Peluang Usaha atau Peluang Bisnis disetiap daerah berbeda beda, silakan jika ada pengalaman untuk membuka usaha atau bisnis di daerah anda untuk berbagai pengalaman melalui komentar di bawah ini.

Atau bisa juga kirim artikel ke email ini seoexos(at)gmail.com Insya Alloh artikelnya akan saya posting di web ini.

Terima Kasih peran sertanya untuk membuka cakrawala peluang usaha di setiap daerah di seluruh Indonesia.

Asal-usul nama Kota Tanah Grogot[2] berdasarkan cerita setempat tidak dapat dilepaskan dari peristiwa sejarah di Sulawesi Selatan. Menurut Lontara Wajo dikisahkan ketika Raja Bone La Patau Matanna Tika mengundang Arung Matoa Wajo La Salewangeng untuk menghadiri pesta melubangi telinga putrinya. Bersamaan dengan itu ikut pula La Madukelleng. Sebagaimana kebiasaan bahwa sudah menjadi kegemaran bangsawan Bugis dalam setiap pesta raja-raja pada masa dahulu sering mengadakan pesta sabung ayam.


Pada pelaksanaan sabung ayam tersebut terjadi ketidakadilan dalam penyelenggaraan acara, saat ayam putera Raja Bone mati dikalahkan oleh ayam Arung Matowa Wajo. Kemenangan itu tidak diakui oleh orang Bone dan mereka berpendapat bahwa pertarungan tersebut sama kuatnya. Hal ini menyebabkan terjadinya keributan dan berujung pada perkelahian yang mengakibatkan korban di pihak Bone lebih banyak dibandingkan korban di pihak Wajo. Dengan adanya perkelahian tersebut Raja Bone menuntut kepada Wajo agar La Madukelleng menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkan atas perbuatannya yang dianggap salah. Akan tetapi orang Wajo tidak bersedia memenuhi permintaan Raja Bone. Sebelum Kerajaan Wajo diduduki pasukan Bone, karena tidak mau dijajah La Maddukeleng beserta para pengikutnya merantau meninggalkan Wajo untuk menghindari balas dendam yang akan dilakukan oleh Kerajaan Bone.

0 comments so far,add yours